Panggil saya nira

Panggil saja saya Nira. Ya, seperti nektar pohon lontar yang dideres hingga berair tuak yang manis dan legit seperti madu. Sedikit kecut dan juga memabukkan. Walaupun terkadang terasa hambar dan mengecewakan.

Aku juga memabukkan seperti tuak. Padahal aku cuma perempuan biasa. Tak jauh beda sama perempuan lain di dunia ini. Sama seperti pohon lontar yang merasa seperti pohon lain yang bertunas dan berpijak di tanah yang sama, condong ke matahari yang sama, dan bernafas dengan udara yang sama. Paling tidak, lelaki itu merasakan hal ini. Ya, cuma dia yang merasa sudah dimabukkan oleh saya. Sungguh aneh.

Lelaki itu juga hanya orang biasa. Dia bukan apa-apa… bukan anak presiden bukan konglomerat bukan juga petani cabai yang mendapat undian dua miliar dari kuis tebak bola. Si fulan yang sering berpapasan menunggu di halte gurem kehijauan. Bersama berjuang menyusup kedalam bis miring berasap hitam di tengah kejamnya Jakarta. Kota laknat yang sangat panas dikala siang, dan tetap panas dikala malam.

Dia bilang kalau aku ini menarik dan memabukkan. Ya, mirip tuak itu. Dia merasakannya sejak hari pertama melihatku di halte itu. Dan dengan hari ini, dia telah melihatku untuk yang ke 580 kalinya. Dan rasanya tetap sama seperti 579 hari sebelum itu. Seperti dejavu yang terulang. Terjadwalkan seperti layaknya rencana yang terpaparkan dalam buku agenda.

Mungkin dia menarik, tapi yang jelas aku tidak tertarik. Hmmm… sedikit saja mungkin. Atau mungkin banyak. Entahlah, karena aku sungguh tidak mengerti. Apalah artinya pertemuan sesaat di tempat yang tidak diperuntukkan untuk bertemu.

Dia bilang kalau dia merindukan aku. Seperti setiap senyuman yang dia lontarkan setiap senin pagi. Dan ungkapan kesedihan setiap jumat pagi. Sungguh aneh, karena aku sama sekali tidak merindukannya. Hmm… mungkin sedikit, mungkin banyak…. entahlah… karena aku sama sekali tidak mengerti.

*Tulisan kecil di selasa pagi…. udah lama nggak nulis lagi… kangen juga. :)

One Response to “Panggil saya nira”

  1. Firza Says:

    oh nira, oh nira…. ;)

Leave a Reply