Archive for November, 2006

Suatu sore di alun-alun

Tuesday, November 21st, 2006

Kemaren suntuk banget… jadinya gue muterin alun2 sendirian. Nggak jelas gitu… he he he… cuma beli gorengan, teh botol, ditemenin lagunya lisa ekdahl.

Bener-bener nggak jelas… tapi gue biasanya dapet “enlightment” dari hal-hal yang gak jelas kayak gitu… believe it or not…

Gue sholat maghrib di masjid alun-alun. Udah lama banget nggak sholat disini. Sengaja gue masuk jauh ke dalem. Sholat di ruang tengah, nggak di sayap masjid yang baru. Ademmm banget… suasananya nggak jauh beda sama dulu. Keren banget. Bring back the old times… how are you today? Is it good? miss you all brow…

Image268_1

Jadi inget kemaren pas gue off air ramadhan di panti asuhan. Kok bisa…? Gak tau, jadi inget aja. Dulu, gue selalu ngerasa kasihan sama anak-anak di panti asuhan… “poor child…”. Nggak ada orang tua, musti berbagi segalanya, musti disiplin, fasilitas yang terbatas banget, and so on… and so on…. Tapi sekarang, gue bilang, “poor us…”. Seharusnya kita yang perlu dikasihani, bukan mereka. Kita punya segalanya… masih ada orang tua, rumah yang nyaman, makan nggak kurang dan kita justru lalai. Nggak semuanya kita manfaatin. Fasilitas cuma bikin kita makin manja, cengeng, dan nggak punya semangat untuk “struggle”. Anak-anak di panti justru punya semangat buat maju. Berkembang dengan fasilitas yang terbatas banget. Mereka jadi orang yang tough banget. Nggak kebanyakan ngeluh… itu yang gue salut dari mereka. Jadi… masih ngerasa kasihan ama mereka? :D
Tentang bush… gak peduli…

Tadi abis liat2 sepeda lagi… trus bos arie ngasih nomer telpun toko sepeda langganan dia… hu hu hu… jadi bingung. Tapi kayaknya baru kebeli bulan januari… Udah nggak sabar menaklukkan Setiabudi - Dayeuhkolot… Just wait for me honey…

Untukmu, Duniaku

Monday, November 13th, 2006

Setulus hatiku semua kuberi
Kepadamu yang slalu disini
Sejak lama hadirmu tlah kunanti
Kurindukan engkau disini

Bersamamu jelajahi duniaku
Takkan ragu bila kugenggam tanganmu
Bersamamu ingin kukenang hariku
Selalu

Gue pikir, gue dah bisa ngelewatin itu…

Ternyata belum…

Oh iya, tadi DJ Moo cabut dari Rase… hu hu hu… gud lak bro’… moga2 sukses di tempat baru… he he he…

Panggil saya nira

Monday, November 6th, 2006

Panggil saja saya Nira. Ya, seperti nektar pohon lontar yang dideres hingga berair tuak yang manis dan legit seperti madu. Sedikit kecut dan juga memabukkan. Walaupun terkadang terasa hambar dan mengecewakan.

Aku juga memabukkan seperti tuak. Padahal aku cuma perempuan biasa. Tak jauh beda sama perempuan lain di dunia ini. Sama seperti pohon lontar yang merasa seperti pohon lain yang bertunas dan berpijak di tanah yang sama, condong ke matahari yang sama, dan bernafas dengan udara yang sama. Paling tidak, lelaki itu merasakan hal ini. Ya, cuma dia yang merasa sudah dimabukkan oleh saya. Sungguh aneh.

Lelaki itu juga hanya orang biasa. Dia bukan apa-apa… bukan anak presiden bukan konglomerat bukan juga petani cabai yang mendapat undian dua miliar dari kuis tebak bola. Si fulan yang sering berpapasan menunggu di halte gurem kehijauan. Bersama berjuang menyusup kedalam bis miring berasap hitam di tengah kejamnya Jakarta. Kota laknat yang sangat panas dikala siang, dan tetap panas dikala malam.

Dia bilang kalau aku ini menarik dan memabukkan. Ya, mirip tuak itu. Dia merasakannya sejak hari pertama melihatku di halte itu. Dan dengan hari ini, dia telah melihatku untuk yang ke 580 kalinya. Dan rasanya tetap sama seperti 579 hari sebelum itu. Seperti dejavu yang terulang. Terjadwalkan seperti layaknya rencana yang terpaparkan dalam buku agenda.

Mungkin dia menarik, tapi yang jelas aku tidak tertarik. Hmmm… sedikit saja mungkin. Atau mungkin banyak. Entahlah, karena aku sungguh tidak mengerti. Apalah artinya pertemuan sesaat di tempat yang tidak diperuntukkan untuk bertemu.

Dia bilang kalau dia merindukan aku. Seperti setiap senyuman yang dia lontarkan setiap senin pagi. Dan ungkapan kesedihan setiap jumat pagi. Sungguh aneh, karena aku sama sekali tidak merindukannya. Hmm… mungkin sedikit, mungkin banyak…. entahlah… karena aku sama sekali tidak mengerti.

*Tulisan kecil di selasa pagi…. udah lama nggak nulis lagi… kangen juga. :)