Antara Tampang dan Kepintaran .Part 1

Berbulan-bulan yang lalu, gue bersama temen seperkodingan pas kerja di Telkom -> sodara Adit tentunya, bikin riset kecil-kecilan yang kalo dipikir-pikir sangatlah kontroversial (begitu bodokh dan sangat gak penting! Kekekekek). Tu riset dikasih judul “Perbandingan Antara Tingkat Kecantikan atau Kegantengan Seseorang Dihubungkan dengan Intelegensi yang Dimilikinya” (gelo! Bisa jadi judul TA nih!. Hua ha ha ha…).

Dan yang paling menarik dari riset ini (menurut kami) adalah bahwa tingkat kegantengan atau kecantikan seseorang berbanding terbalik dengan tingkat intelegensi yang dimilikinya. Artinya, seseorang yang memiliki tingkat kecantikan atau kegantengan berlebih (baca: cuaaantik buaaanget men! So sweeeet!) biasanya diikuti tingkat intelegensi yang agak kurang atau mengecewakan. Dan sebaliknya, seseorang yang tingkat intelegensi-nya tinggi (baca: otak encer) hanya memiliki tingkat kegantengan atau kecantikan yang boleh dibilang “seadanya” (kekekekek… provokatif banget nih!). Kalaupun ada yang memiliki keduanya (apalagi kalo ditambah satu faktor penting lagi! KEKAYAAN!) itu adalah anomali. Sebuah mukjizat dari Tuhan yang sungguh tidak semua orang bisa mendapatkan berkah ini. Kayak Miss Universe dengan slogan 3B-nya (Brain, Beauty, Behavior). Yang menurut gue, ‘ni acara punya agenda terselubung, yaitu untuk menyelamatkan gen-gen mukjizat tadi biar nggak punah dan dapat di turunkan (bagi yang membutuhkan tentunya… he he he…). Walaupun kita memang nggak bisa lepas dari anggapan dasar bahwa tingkat kegantengan atau kecantikan seseorang sangatlah relatif dan tingkat kejelekan sangatlah mutlak (apa seeh!).

Trivia Quiz Time!!!!
Anda mungkin cukup mengenal grup musik Bee Gees. Grup ini sangat kondang di era 70an dan menelurkan hits-hits yang merajai lantai dansa pada jamannya, seperti Stayin’ Alive dan How Deep is Your Love. Tapi anda mungkin belum tau apa alasan mereka memilih nama “Bee Gees”.
Terus baca postingan ini dan Anda akan mengetahui jawabannya!

Ide riset ini muncul dari sebuah pepatah kuno (banget!) yaitu “Nobody’s Perfect”. Yup, nggak ada orang yang sempurna. Pasti ajah ada jeleknya (kayaknya, hal ini juga yang memicu lahirnya infotainment). Everyone has their own darkside… bwa ha ha ha (bener gak bahasa inggris gue?). Karena Tuhan memang maha adil. Memberikan sedikit kelebihan, sehingga manusia dapat (sejenak) melupakan kekurangan yang mereka miliki. Walopun kalo lagi kepepet, pasti diungkit-ungkit. Ya kan?

Stop Press!
Beberapa orang juga memiliki slogan tersendiri, yaitu “The true beauty is under the skin”. Yang artinya adalah kecantikan akan didapatkan setelah operasi face off… ho ho ho…

Tahap pertama dari riset ini adalah mengamati hubungan itu (tingkat kegantengan dan intelegensi) di area kampus. Dalam hal ini, gue ngelakuin pengamatan di kampus gue sendiri (STTTelkom). Gue milih area ini karena mereka pada umumnya menyandang status yang sama, yaitu mahasiswa. Jadi, cukup gampang dan se-level untuk diukur dan diperbandingkan (bahasa kerennya orang IT itu di-benchmark. Kekekekekek..).

Jrengggg… seperti yang gue duga sebelumnya, ternyata hal itu juga berlaku di tempat ini. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman gue bertaun-taun-taun disini (saking lamanya), susah banget nemuin seseorang dengan kapasitas kecantikan atau ketampanan yang memadai. Semuanya boleh dibilang STD (Standar). Jarang banget nemuin seseorang yang memiliki kaliber LE (Limited Edition). Paling mentok cuma dapet predikat “manis” atau “menarik”. Kalaupun hoki dapet tipe ini, perbandingannya itu 1:3 ( 1 orang oke dalam 3 angkatan… bwa ha ha ha… kebayang kan?). Wajar banget kalau hanya dalam waktu 2 minggu aja (masa orientasi kampus dan perploncoan. Kalo di tempat gue namanya PDKT -> nama yang aneh!) ni orang udah menyandang ketenaran setingkat selebritis! Hal ini pernah dialamin sama Gita temen gue (yang sekarang sedang mengadu nasib di salah satu vendor perangkat telekomunikasi terkemuka di dunia. You rock girl!). Dalam waktu kurang dari seminggu (bayangin! Seminggu kurang dikit!), dia dah ngedapetin kehormatan untuk berada dalam yel-yel yang dinyanyiin sama anak-anak seangkatan. Gue masih inget banget tuh, “Kalau kau suka hati bilang Gita!” dan kami sekonyong-konyong berteriak, “GITA!” (dasar… jaman jahiliyah).

Supply yang seret dan demand yang berjubel otomatis bikin masalah baru. Banyak dari temen-temen gue yang mencoba untuk lari dari kenyataan dan mulai mengunjungi universitas-universitas yang memang terkenal karena “bibit unggulnya”, macem UNISBA (kalo mau nyari yang berjilbab), UNPAS (yang gaul & bohay2) dan UNPAR (buat mereka yang berselera oriental) sebagai pemuas kebutuhan rohani. Mencoba untuk mencari bentuk-bentuk kehidupan yang layak untuk dikeceng. Dan uniknya lagi, temen-temen persaudaraan the durjanas memiliki sebuah slogan tersendiri (kalo bisa jangan ditiru). Slogannya tuh kayak gini: (biasanya ni slogan keluar kalo ada cewek yang dianggap cakep), “Udah nggak usah ngeliatin, biar kita aja yang diliatin.” Dan hingga detik ini, slogan itu dirasakan sangat kontra produktif. Hu hu hu hu…

Kalo diukur dari intelegensia dan kualiteit, bolehlah kampus gue diperbandingkan sama PTN dan kampus-kampus laen yang bonafide (ce’ ileee…). Dan emang cukup terkenal dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Sulit untuk masuk, dan sulit juga untuk lulus… hi hi hi…. Jadi, untuk area riset pertama, logika ini dapat diterima, cukup masuk akal dan dinyatakan lulus uji… wakakakakak…

Untuk area uji yang kedua, kami berdua memilih BEC (Bandung Electronic Center). Nggak tau kenapa, tapi disini aura itu terasa sangat kuat (hi hi hi… mirip pemburu hantu). Kami berdua nggak perlu muter-muter di BEC. Cukup berdiri aja di depan tangga jalan {bahasa kerennya itu eskalator yang berasal dari kata escalate (verb) yang berarti meningkatkan, meninggikan atau mendaki. Sehingga, kalau ditambah akhiran –or berubah menjadi kata benda (noun) yang berarti sesuatu yang membantu seseorang untuk mencapai tempat yang lebih tinggi secara gradual atau bertahap -> Anjrit! Gak penting banget!} di area mezanine yang misahin upper ground sama lantai satu (itu lho… di depan tempat penukaran kupon & informasi. Tempat nongkrong bapak-bapak satpam. Nahhh… di depannya itu ada 2 tangga jalan. Yang satu ke tempat HP, dan yang kedua ke tempat komputer. Udah jelas sodara-sodara?).

Kami berdua nyoba buat ngamatin orang-orang yang pergi ke tempat HP dan orang-orang yang pergi ke tempat komputer. Hasil pengamatan kami adalah, ada kecenderungan bahwa mbak-mbak yang cantik, seksi, bahenol, bohay (you name it!) lebih sering ke area HP daripada ke area komputer. Dan taukah Anda, bahwa orang-orang yang pergi ke area komputer lebih banyak yang bertampang pas-pasan? Ada juga sih, beberapa yang diatas standar, tapi biasanya mereka bersama seseorang yang bertampang “standar”. Sehingga… kami berasumsi bahwa yang bertampang “lebih baik” itu cuma berstatus “sedang menemani” temannya. Dan yang lebih kontras lagi adalah, kami berdua sering nemuin orang-orang yang ke area komputer dengan peralatan tempur seadanya. Macem kaos oblong yang udah agak bolong-bolong, jeans buluk, back pack, sendal jepit, and last but not least… jaket himpunan ato jaket kelas. Kekekekek…. (aksesoris wajib tuh!)

Jawaban Trivia Quiz!!!
Pemberian nama Bee Gees (baca: Bijis) didasarkan pada personil grup musik tersebut yang seluruhnya laki-laki (dan setiap laki-laki memiliki biji… kekekekek…). Dan menurut grammar bahasa inggris, kata benda yang bersifat jamak (banyak) dan dapat dihitung diharuskan menambahkan akhiran –s, sehingga nama grup musik mereka menjadi biji+s=bijis. Karena nama Bijis sangat tidak komersil, maka atas keputusan bersama, mereka memodifikasi nama mereka menjadi Bee Gees. Ho ho ho…(pria bodokh!).

Dari area riset kedua ini, kami berkesimpulan bahwa: (teteup) tingkat kecantikan dan ketampanan seseorang itu berbanding terbalik dengan tingkat intelegensia dia… dan diliat dari berbagai sisi, area kedua ini juga memenuhi syarat dan dinyatakan lulus uji! Cihuy…..!

Dan… bagaimana nasib pejuang kita ini dalam mencari kebenaran? Apakah benar bahwa kecantikan dan kegantengan berbanding terbalik dengan tingkat intelegensia? Apakah kesimpulan yang dapat diambil? Temukan jawabannya di edisi “antara tampang dan kepintaran” selanjutnya!!! Hanya di http://didien.blogs.friendster.com/didien .

Next on “antara tampang dan kepintaran”:
Kami melakukan riset berdasarkan apa yang ditampilkan di televisi….! Dan tebak apa yang kami temukan…! The ultimate conclusion of all!

6 Responses to “Antara Tampang dan Kepintaran .Part 1”

  1. Vitria Says:

    Dien..lantas elo nyebut gw apa..?? anomali juga tohh..? Hiahahaha..narsis mode:on..!!!

  2. 'NaNa-KeRoPPi' Says:

    kayanknya gw pernah denger nih..gak tau dari mana yah..tapi din..riset lo gak beralasan juga..kenapa, emang tingkat kecerdasan orang bisa dilihat dari sukanya beli hp pa komp..jangan salah lo, hp juga skarang teknologinya dah tinggi 3G man..bukan selamanya orang bego kan yang beli hp..di kampus..gak semuanya juga pinter kok..hehehe mungkin memang kayak yang lo bilang..anomali..hahahaha…kurang riset loh..lah gw.hahahah..apalagi yang kurang..udah cakep, pinter, tajir<—huuu pengennya..
    akh..aku tunggu risetmu selanjutnya din..sapa tau bisa ngebuka hati gw :p

  3. Dhia Says:

    wey orang gilaa… iseeeng banget bikin postingan kaya gini, wakakakak. Dah kelar ya TA nya??

    Trus Dien, kesimpulan lu belon lengkap tuh, berarti gw masuk golongan yg mana nih?? Apa gw juga salah satu dari anomali2 itu?? heheh

  4. Firza Says:

    kata orang tampang gw pas-pasan. ini bisa berarti gw punya intelegensia yang tinggi ga ya. dududuuuu….. hohoho….

  5. - VanZanX - Says:

    jadi inget masa2 suram kita bedua ya man… ngomong2 istilah anomali itu kpn ya mulai diterapin. huehuehue….
    kpn nih yang part 2 nya mo keluar…? butuh bantuan gw gak lu buat risetnya…

  6. franco Says:

    kalimat ini sering bener gw denger dr ni orang, kayanya dndam…. bener,gak tau dendam,atau malah mo nyela orang, hem hem hem hem ( <<– ketawa gw, you name it man!!),
    tapi pernah kali waktu pas ni bang didin maparin pernyataan nya itu, ada yg nimpalin, tingkat kegantengan atau kecantikan seseorang berbanding terbalik dengan tingkat intelegensi yang dimilikinya “TAPI” berbanding lurus ma Rejekiny,.
    nah Lo.
    tapi bner juga kLi y orang b’duit/kaya pnampilan jadi prhatiannya gt kali ya,makany cntik/ganteng) hem hem hem hem

Leave a Reply