sepatah kata untuk kekasihku

Dalam perjalanan panjang yang saat ini kita jajaki
Terkadang kita merasa letih, dan memutuskan untuk
berhenti sejenak
Mencari tepi trotoar atau mungkin sebatang pohon dengan atap dedaunan yang begitu rindang dan teduh sehingga air hujan tak akan mampu menetes dan turun ke tanah yang gembur dan lembut kehitaman
Kemudian kita menunduk, serta meluruskan kaki yang selama ini turut menemani

Terlalu letih kadang, hingga ingin hanya tidur kitaselamanya
Melepaskan sesal dan beban yang terkait di betis kaki kita
Membuang jauh segalanya hingga mereka tidak akan mampu melintas dalam pikiran walau sedetik saja
Tak peduli panas, tak peduli hujan badai dengan kilatan petir yang menggema berkali-kali diatas kepala…
Kita hanya letih dan ingin berhenti sejenak

Ternyata jalan masih panjang…
Terlalu panjang jika kita melewatkan dengan kepala
tertunduk dan semua orang berlalu dengan berlari…
Melalui tubuh kita dengan cepat bagaikan angin bagaikan burung terbang melayang bagai bulu yang paling ringan di dunia…
Karena hidup adalah sesuatu untuk diperjuangkan, sayang…
Dan jalan ini bukanlah eskalator yang melaju sendirinya dan tak jua ada angkot yang akan mengantar kita kesana…

Maka bangkitlah, sayang…
Karena hidup adalah sesuatu untuk diperjuangkan

(Bandung, 18 April 2006. 14:31. Dari pojok kamar di pondok ungu. Untuk kekasihku yang sedang bersedih…)

One Response to “sepatah kata untuk kekasihku”

  1. Firza Says:

    duh, lagi mellow niye. hohoho… ;-)

Leave a Reply