Archive for April, 2006

sepatah kata untuk kekasihku

Wednesday, April 19th, 2006

Dalam perjalanan panjang yang saat ini kita jajaki
Terkadang kita merasa letih, dan memutuskan untuk
berhenti sejenak
Mencari tepi trotoar atau mungkin sebatang pohon dengan atap dedaunan yang begitu rindang dan teduh sehingga air hujan tak akan mampu menetes dan turun ke tanah yang gembur dan lembut kehitaman
Kemudian kita menunduk, serta meluruskan kaki yang selama ini turut menemani

Terlalu letih kadang, hingga ingin hanya tidur kitaselamanya
Melepaskan sesal dan beban yang terkait di betis kaki kita
Membuang jauh segalanya hingga mereka tidak akan mampu melintas dalam pikiran walau sedetik saja
Tak peduli panas, tak peduli hujan badai dengan kilatan petir yang menggema berkali-kali diatas kepala…
Kita hanya letih dan ingin berhenti sejenak

Ternyata jalan masih panjang…
Terlalu panjang jika kita melewatkan dengan kepala
tertunduk dan semua orang berlalu dengan berlari…
Melalui tubuh kita dengan cepat bagaikan angin bagaikan burung terbang melayang bagai bulu yang paling ringan di dunia…
Karena hidup adalah sesuatu untuk diperjuangkan, sayang…
Dan jalan ini bukanlah eskalator yang melaju sendirinya dan tak jua ada angkot yang akan mengantar kita kesana…

Maka bangkitlah, sayang…
Karena hidup adalah sesuatu untuk diperjuangkan

(Bandung, 18 April 2006. 14:31. Dari pojok kamar di pondok ungu. Untuk kekasihku yang sedang bersedih…)

Soundshine 2006

Sunday, April 2nd, 2006

sial… gue nggak nonton…
Koc
kapan lagi yak ada pure ma cherbomb… hu hu hu…

Hujan…

Sunday, April 2nd, 2006

jalan berhenti…
terhalang datangnya hujan ini
aku mencari…
berlindung jauhkan basah diri
aku menanti…
menghembus bongkahan asap penghangat
mulai terbayang lagi pecah-pecahan cerita melekat
belum berhenti…
begitu derasnya hujan ini
mulai terangkai angan
menyusun beling-beling kenangan
banyak ilusi banyak yang sudah teralami
begitu banyak gembira
hanya kecewa tertanam di hati
kutunggu lama hingga hujan reda
menunggu lama hingga hujan reda
melamun lama hingga hujan reda
belum terdengar nada nada reda rasa dingin menembus raga
rasa dingin menembus jiwa
rasa ini tak terlupakan……….
bersamamu
aku akan pergi ke tempat yang lain dari sini
ke waktu yang bukan hari ini
melihat apa yang akan terjadi
akan kutemui wajah wajah asing tanah ini
ku akan pergi saat hujan reda
walaupun lama pasti reda juga
tangga pelangi akan segera tiba